Jakarta
– Departemen Sosial Politik ( Sospol) merupakan salah satu departemen BEM UNJ pada
hari Jumat (8/5) Bersama BEM Se-Jabodetabek dan Banten Menyelenggarakan Wisata ke Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam
aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jabodetabek dan Banten (BEM BSJB)
menggelar wisata di depan gedung Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia. Mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di
Jabodetabek dan Banten tersebut, yang didiikuti oleh dari Universitas Negeri Jakarta, Politeknik
Negeri Jakata, STEI SEBI, Institus Pertanian Bogor, Universitas Pakuan, Polimedia
Jakarta, dan Universitas Esa Unggul. Ratusan mahasiswa yang hadir melaksanakan aksinya selepas shalat Jumat yakni, sekitar pukul
13.00 WIB
Aksi
yang dilakukan merupakan aksi memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang jatuh pada tanggal dua Mei, namun mereka menegaskan bahwa aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan
memperingati bulan bangkit pendidikan, yakni bulan Mei. Dalam tuntutannya
kepada Menteri Pedidikan dan Kebudayaan. Mereka menegaskan lima hal tuntutan, diantaranya: Menegaskan kurikulum
nasional, peninjauan kembali pelaksanaa ujian nasional sesuai dengan konstitusi
(UU Sisdiknas pasal 58 ayat 1 dan 2), menyejahterakan guru teerutama yang
didistribusikan ke daerah, dan reformasi pendidikan moral bangsa, serta menghentikan liberasasi dan komersialisasi pendidikan. Tuntutan
tersebut merupaka hasil dari kajian yang dilakuka oleh para mahasisa yang
tergabung dalam aliansi BEM BSJB.
Dalam
aksinya belasan orang menyampaikan orasi-orasi ilmiahnya terkait dengan dunia
pendidikan saat ini, dimana dalam bahasannya mereka menekankan peran
pemerintah dalam lima tuntutan yang diutarakan. Ratusan mahasiswa
yang mengadakan aksi mencoba untuk
mengadakan audiensi dengan para pimpinan yang ada di kememdikbud. Sayup semangat tergambar dari seruan membara para orator. Dan Lantangan
suara, Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Dan
Hidup Pendidikan Indonesia setia menjadi suara yang
selalu terdengar dalam aksi yang dilakukan ratusan mahasiswa tersebut
Aksi ini di tampilkan teatrikal yang
menggambarkan kondisi pendidikan di Indonesia. Tertrikal tersebut dibawakan
oleh mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. Dalam teatrkalnya ditegaskan bahwa pemimpin yang seharusnya menjadi
teladan, pada kenyataannya tidak dapat dicontoh akibat perilaku yang kurang
baik, seperti korupsi dan tindakan amoral .Aksi yang dilkukan
mahasiswa ini tergolong aksi yang damai walaupun sempat memblokir jalan
pengguna jalan Jenderal Sudirman selama beberapa menit, namun kondisi masih terkendali bahkan banyak pengemudi sepeda motor
yang meneriakkan dukungan terhadap mahasiswa.
Saat
masa aksi melaksanakan penyeruan pendapatnya di depan Kemendikbud, Presma (Presiden mahasiswa) dan ketua BEM dari
perwakilan masing-masing universitas melakukan diplomasi politik ke
dalam kantor Kemendikbud. Awalnya, usaha audiensi yang dilakukan oleh Presma
dan Ketua BEM tersebut
tidak mendapat sambutan yang baik dari pihak kementrian, hal ini ditandai oleh tak kunjung datangnya pihak kementrian yang
menmbuat masa aksi kecewa. Namun, usaha yang tidak pernah menyerah akhirnya terjawab. Sekitar pukul 16.30 WIB pihak dari Kemendikbud
yang diwakili oleh Ibu Tifa selaku Humas dari Kemendikbud,
keluar untuk bertemu dengan mahasiswa. Dalam penyampaiannya bu Tifa menjelaskan
bahwa Pak Menteri (Anis Baswedan) tidak dapat menemui mahasiswa karena sedang
tidak ada di kantor karena sedang berada di Gunung Sahari untuk rapat. Dalam
penjelasannya Bu Tifa juga memberitahu mahasiswa bahwa pihak Kemendikbud siap
jika mahasiswa ingin berdiskusi dengan Pak Menteri. Bu tifa menegaskan bahwa pak menteri dalam bulan Mei mengalami banyak
kendala bertemu namun beliau menyampaikan bahwa akhir Mei akan diusahakan
audiensi dengan pihak Pak Menteri (Anis Baswedan) melalui
mekanime komunikasi dengan Ketua BEM UNJ Ka Ronny Setiawan.
Diujung
aksi pada hari ini , tersaji orasi ilmiah dari Presma
dan Ketua BEM dari masing-masing
universitas dengan membuat pernyataan sikap terkait aksi pada hari
ini dimana membuat
semangat masa aksi kembali menggelora karena perjuangan yang tak menyerah. Pernyataan sikap dari BEM BSJB yang disampaikan oleh Ronny Setiawan
selaku Koorwil BEM BSJB mengakhiri aksi masa sore ini .
Sekitar pukul 17.30 masa aksi membubarkan diri dengan tertib.
-Elnoordiansyah-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar